| Total Productive Maintenance |
|
Total Productive Maintenance (TPM) dapat mengubah secara drastis hasil yang dicapai industri, karena dapat mengoptimasikan hubungan antara operator dan peralatan pada kondisi yang tepat. Selain itu TPM dapat pula memberikan kontribusi dalam program pelestarian lingkungan dan kenyamanan bekerja. Beberapa industri di Jepang dan Amerika telah membuktikan, bagaimana TPM yang diimplementasikan dalam industrinya, telah bias memberikan efektivitas biaya yang tinggi, operasi kontinyu dalam jangka panjang dan pencegahan peniadaan kecelakaan. Dalam kursus ini akan disajikan filosofi dari TPM secara lengkap, termasuk bagaimana mengimplementasikan program tersebut dalam industri dalam negeri. Diharapkan para peserta dapat menyerap informasi yang lengkap tentang TPM sehingga dapat menerangkan urgensi penerapan TPM dalam lingkungan kerjanya, agar didapat tingkat produktivitas yang tinggi. MATERI A. PENGANTAR SISTEM MANAJEMEN YANG BERORIENTASI PADA PERALATAN DALAM PERAWATAN PRODUKTIF PRO-AKTIF
2. Revolusi Industri Baru : Inovasi Teknologi dan Nilai dari Perawatan Pencegahan (PM : Preventive Maintenance) 3. Manajeman Industri bagi Pemanfaatan Peralatan Maksimum : Kasus Industri di Jepang 4. Aktivitas TPM Pro-Aktif dan Peranan Sistem Manajerial dan Struktur Pekerja untuk Menyediakan Lingkungan Pekerjaan yang Baru 5. Contoh Penerapan TPM Pro-Aktif : Industri Manufaktur Toyota 6. Penerapan Aktivitas TPM Pro-Aktif di Industri Petrokimia, Perminyakan, dan Baja
B. PERENCANAAN DASAR TPM DAN SUBYEK IMPLEMENTASI BAGI PERMULAAN PERAWATAN PRO-AKTIF
2. Aktivitas TPM Pro-Aktif untuk Meningkatkan Efisiensi Peralatan Keseluruhan 3. Hubungan antara TPM dan Manajemen Antar Departemen Berdasarkan Elemen-Elemennya 4. TPM dengan Tujuan Perawatan Pro-Aktif dan Proses dari Departemen Implementasi 5. Peranan Organisasi pada Pemakaian TPM untuk Tindakan Perawatan yang Pro-Aktif
C. ANALISIS DAN DIAGNOSIS PRO-AKTIF DARI STANDAR PERAWATAN BAGI TPM DAN METODE IMPROVEMENT-NYA
2. Analisis Hubungan antara Produksi (P: Production Volume) dengan Peralatan 3. Analisis Hubungan antara Kualitas (Q: Quality) dengan Peralatan 4. Analisis Hubungan antara Biaya (C: Cost) dengan Peralatan 5. Analisis Hubungan antara Delivery (D: Delivery Date) dengan Peralatan 6. Analisis Hubungan antara Faktor Keselamatan, Lingkungan, dan Polusi (SEP: Safety, Environment, Pollution) dengan Peralatan 7. Analisis Hubungan antara Moral (M: Morale) dengan Peralatan
D. PROSEDUR DALAM PERENCANAAN DAN MANAJERIAL DARI PERAWATAN PERALATAN PRO-AKTIF
2. Faktor-Faktor Penting dalam Membangun Sistem Perawatan 3. Evaluasi dan Analisis Efisiensi Peralatan dan Pengembangan Rencana Improvement 4. Kesempatan untuk Tindakan dan Perawatan Terencana 5. Beberapa Teknik Diagnosis Kegagalan dan Perawatan Prediktif 6. Tindakan Improvement Keterawatan Peralatan 7. Persiapan Manajemen Suku Cadang bagi TPM Pro-Aktif
E. TINDAKAN PERAWATAN PRO-AKTIF YANG TERMOTIVASI PRIBADI
2. Tingkatan Prioritas Aktivitas Perawatan Pro-Aktif Termotivasi Pribadi 3. Pengadaan Inspeksi Pro-Aktif Harian 4. Rencana Pelatihan untuk Tujuan Improvement Keahlian Perawatan Pro-Aktif Termotivasi Pribadi 5. Langkah-Langkah Penting dalam Perawatan Pro-Aktif Termotivasi Pribadi
F. PENGADAAN PERAWATAN PENCEGAHAN BERDASARKAN PADA TEKNOLOGI REKAYASA PERALATAN
2. Siklus Pemanfaatan dari Rekayasa Peralatan 3. Desain Sistem bagi Proyek Implementasi Rekayasa Peralatan 4. Faktor Biaya Minimum dalam Proses dan Produksi 5. Faktor Biaya Minimum dalam Perawatan Pencegahan 6. Evaluasi dan Ringkasan Proyek secara Umum 7. Penggambaran Aliran Material Awal dan Manajemen Informasi Perawatan Pencegahan 8. Pengetahuan Teknologi Improvement dan Pelatihan 9. Kebutuhan Tugas-Tugas dalam Organisasi Rekayasa
G. PROGRAM PENINGKATAN INTERFACE PELATIHAN : PERALATAN ? PENGETAHUAN - KEAHLIAN
2. Program Pelatihan 3. Memprojosikan Pelatihan Keahlian 4. Pelatihan Keahlian Perawatan ?Handcrafted?
H. PENTINGNYA PENGUKURAN EFEKTIVITAS PERAWATAN PENCEGAHAN
2. Efektivitas Improvement dengan Pemakaian Perawatan Pencegahan 3. Memilih Item untuk Mengukur dan Mengevaluasi Pengaruh dan Efek I. TAMBAHAN-TAMBAHAN
2. Fungsi Kehandalan 3. Umur Komponen 4. Keputusan untuk Penggantian 5. Keputusan untuk Inspeksi 6. Keputusan untuk Overhaul dan Perbaikan |